Google+ Followers

Minggu, 02 Oktober 2016

Ketika Foto-foto Prewedding Muncul di Beranda Socmed

"Oh sial...I don't want to see this!"
Pikiran itu muncul begitu saja saat melihat ada foto prewedding atau foto pernikahan di beranda socmed Facebook. Ada perasaan iri, benci, dan tidak bisa bahagia melihatnya. Jangankan memberi komentar atau ucapan selamat, kalau bisa aku justru ingin menyembunyikan tampilan itu. Tidak ingin melihat bahkan tidak ingin membaca komentar, qoute dan segala macam tentang foto-foto itu. Aku benci. Kalau dilihat lebih lama, aku akan merasa semakin iri dan benci dan pada akhirnya aku akan menangis. Aku sudah berhenti mengharapkan moment bahagia seperti itu. Entah kemana perginya pikiran positif 6-8 bulan yang lalu, saat ini aku sudah tidak bisa merasakannya lagi, tidak bisa kupikirkan lagi. Apa memang begini sensitif seorang perempuan lajang yang akan menginjak usia 30th? Yang sudah bosan dengan pertanyaan "Kapan nikah?", yang sudah bosan mendengar orang tua memberi alasan ke orang lain "Belum ada niat nikah mungkin.." He to the loooooo.... Gak bisa diem ya... Dipikirnya aku batu. Dipikirnya aku tidak sakit hati. Kalau bisa aku ingin sekali berteriak, menyuruh mereka diam. Diam! Gak usah tanya, gak usah komen, kamu semua gak ngerti apa-apa! 
Dipikirnya mudah di usia yang seharusnya sudah punya anak dua tapi masih  lajang mendapat pertanyaan semacam itu. Dipikirnya aku sesantai itu. Aku ingin sekali santai, tapi tekanan pertanyaan itu tidak bisa membuat santai, ditambah semakin banyaknya teman, kenalan, bahkan saudara yang sudah dan akan menikah. Dipikirnya mudah, memangnya mau menikah bisa tinggal ngomong saja?! Mikir! Memangnya yang menentukan menikah itu bisa satu orang? Heloowww... sudah cukup aku menjawab, "Tunggu saatnya." Sudah cukup becandaannya, sama sekali gak lucu! Aku bukan batu! Aku bisa sakit, aku bisa depresi. 
Kemana perginya pikiran positif 6-8 bulan yang lalu? Kemana perginya optimisme saat itu? Aku kecewa. Semua memberikan tekanan hebat padaku. Semakin berusaha menghindar semakin besar impact-nya padaku. Semakin lama hanya pikiran negatif yang muncul di benakku. "Bisa gak, gak nanyain soal itu? Memangnya kamu sudah bener ngurus diri sendiri? Jangan sok-sokan ngurus urusan orang!" Kurang lebih kalimat itu yang rasanya ingin aku lemparkan kepada orang-orang yang bertanya tanpa memikirkan perasaanku itu. Apa aku terlalu serius menanggapinya? Apa aku terlalu ambil hati? Meskipun kenyataannya aku hanya menjawabnya dengan senyum, masih berusaha sopan, sambil berusaha menyimpan perasaan terluka. 
Beberapa waktu yang lalu, saat pacar adikku mampir ke rumah, bapak dengan sengaja menanyainya, "Gimana, ada rencana menikah?" di hadapanku. Kalau saja aku tidak menjaga perasaan orang lain, kemungkinan besar aku dan bapak sudah bertengkar hebat mengenai sopan santun. "Kamu punya anak perempuan yang lebih tua yang belum menikah, apa maksudnya menanyai pacar anak kedua soal pernikahan? Aku gak masalah kalau memang mereka ingin menikah duluan, masalahnya yang ditanyai perempuan. Apa sih wewenang perempuan untuk menyatakan dia akan menikah atau tidak?! Memangnya yang akan melamar dia?!" Aku memendam kalimat itu di dalam hati. Tangan sudah mengepal karena geram. Rasanya benar-benar tidak ingin mendengar pertanyaan yang terucap tanpa ampun itu! Sudah ada begitu banyak hal yang membuatku membenci kedua orang tuaku, sekarang ditambah hal-hal semacam ini. Tolong jangan buat aku membenci kalian lebih dari ini. Cukup drama yang kalian tunjukkan selama ini, jangan tambah drama lagi. 
Sampai saat ini aku bahkan tidak tahu kapan aku akan menikah. Sudah berbagai macam alasan pernah kugunakan untuk menjawab pertanyaan mengenai pernikahan. Mulai dari pacar masih lanjut kuliah, pacar masih merintis karir, pacar lagi bangun rumah, belum dilamar, belum ada pembicaraan, belum ada planning. Dan aku benci mengatakan alasan itu berkali-kali. Lalu, aku hanya bisa menjawab dengan senyum. 
Di suatu waktu saat orang-orang tahu pacarku dari daerah yang jauh, mereka berkata, "Jangan cari yang jauh-jauh, yang deket-deket aja." Aku hanya menjawab dengan senyum. Beginilah akibat lidah tak bertulang, orang ngomong seenak jidatnya. Kalau aku tidak memperhitungkan perasaan orang lain, mungkin sudah aku skakmat kalimat mereka. "Kok kamu yang ngatur? Memangnya orang yang berasal dari dekat rumah bisa menjamin hidup lebih baik. Oke, aku memang tidak bisa menjamin pacarku bisa lebih baik, tapi tidak ada yang bisa memberi jaminan. Memangnya hidupmu sudah baik sekali sampai-sampai berani ngasi nasihat ke orang lain?!" Isi hatiku dibalik senyumku adalah seperti itu. Isinya pernyataan sinis, menghakimi. Masalahnya, aku kesal. Mungkin karena aku orang yang seperti ini makanya sampai saat ini aku tidak menikah. Aku menyadari betul dibalik sikap mengalah dan memikirkan perasaan orang lain ada sosok egois dalam diriku. Aku egois dengan tidak membiarkan orang lain, berpikir, berkata, berbuat melebihi hak-haknya terhadapku. Memangnya kamu siapa? Memangnya kamu yang memberiku makan? Memangnya kamu yang menghidupiku? Seenaknya saja kamu mengatur hidupku. Memangnya hidupmu sudah baik? Seenaknya memberi nasihat padaku.
Dan disini aku menangisi semua ini. Tidak mampu berbuat apa-apa, tidak mampu melakukan lebih, cenderung tanpa harapan. 

*Kalo aku hidup di dalam dunia Psycho-Pass, aku yakin koefisien kriminalku cukup tinggi untuk menjadi seorang kriminal laten*
Pasalnya, aku terlalu banyak menyimpan pikiran negatif di dalam kepalaku dan isi hatiku juga cenderung negatif, berisi cacian, makian, amarah, ditambah dengan kekecewaan dan kesedihan yang terpendam dan bertumpuk-tumpuk. Rasanya ini sudah menjadi sebuah penyakit.




Sabtu, 24 September 2016

When You Choose Money Over a Guy

Beberapa waktu belakangan ini bahkan sampai saat ini aku banyak berpikir. Lalu, secara tiba-tiba sebuah pikiran terlintas. Jika saat ini ada yang memberiku pilihan, uang semilyar atau pria yang siap menikah? Ini mungkin hanya perumpamaan tapi kalau seandainya ada pilihan seperti itu, aku akan memilih uang. Bukan berarti aku tidak ingin menikah. Hanya saja, pilihan itu benar-benar muncul dari sekelebat pikiran, bukan karena aku memikirkannya cukup lama, bukan juga tanpa pertimbangan. Seperti menjawab pertanyaan cepat, yang kalau dalam beberapa hitungan tidak dijawab maka pertanyaan itu akan gugur. Ya, seperti itu. Seorang perempuan lajang di usia menjelang kepala tiga memilih uang ketimbang pria? Kalau ada yang memikirkannya dengan serius kemungkinan dia berpikir aku sudah gila. Kalau saja rekan kerjaku di kantor tahu pilihanku, aku yakin dia akan memberikan ceramah panjang lebar mengenai usia dan pernikahan. Kemungkinan dia akan mulai bercerita lagi tentang bagaimana dia dulu memaksa pacar dan keluarga pacarnya untuk segera menikahinya dengan ancaman dia akan menikah dengan orang lain kalau permintaannya tidak dipenuhi. Lalu, dia akan menyarankan padaku lagi agar melakukan hal yang sama. Memaksakan kehendak agar dinikahi? Ah tidak. Itu bukan gayaku. 
Aku bisa saja egois seperti itu, tapi aku bukan orang yang tak berpikir. Meskipun selalu terlihat tenang dan santai, di dalam kepalaku ini tak pernah berhenti berpikir. Meskipun acuh tak acuh aku selalu berpikir untuk menyelesaikan setidaknya satu atau dua persoalan setiap harinya dari banyaknya persoalan yang kupikirkan. Hanya saja aku selalu memikirkan penyelesaian termudah. Dan aku cepat mengabaikan persoalan yang berat. Saran rekan kerjaku contohnya. Itu menjadi salah satu persoalan juga yang sampai saat ini tidak bisa kutemukan cara penyelesaiannya karena tidak mungkin aku mengatakan padanya alasanku sebenarnya. Entah bagaimana kelihatannya bagi orang lain, yang jelas tentang pernikahan aku angkat tangan. Aku menyerah. Meskipun ada pacar, entah kenapa aku tidak memiliki kepercayaan diri. 
Sekali lagi, aku memilih uang. Aku lebih mempercayai uang ketimbang manusia. Entah sejak kapan aku mulai tidak mempercayai siapapun. Lebih tepatnya, kehilangan kepercayaan, terhadap manusia. Apa ini semacam penyakit? Tapi, ada yang pernah mengatakan, "Semakin dewasa seseorang semakin sulit ia mempercayai orang lain". Apa aku sedang dalam stage kedewasaanku? Entahlah. Sampai saat ini aku hanya merasa belum ada yang bisa memenuhiku. Belum ada yang bisa memenuhi celah kosong itu. Sesuatu yang sepertinya sudah sejak lama hilang dari dalam diriku. Sialnya, aku tidak tahu apa itu. Bahkan kemungkinan celah itu sudah terpenuhi pun aku tidak tahu. Mungkin juga ketika satu celah telah terpenuhi, celah lain pun muncul. Seperti bermain Sliding Puzzle, petak kunci harus dilepas agar bisa menggeser petak-petak yang lain. Yang kuingat, saat pertama kali memainkannya aku takut tidak bisa mengembalikannya ke semula, sehingga hanya berani menggeser satu dan dua petak saja lalu mengembalikannya ke bentuk semula. Tapi semakin lama aku  merasa semakin berani menggeser satu persatu petak, semakin sering bermain semakin mudah mengembalikannya ke bentuk semula sampai aku kehilangan petak kuncinya. Kehilangan kunci sama artinya dengan kehilangan cara untuk tetap dalam bentuk sempurna. Apa itu alasan dari kerapuhan?
Apakah inti dari semua ini adalah kerapuhan? Apakah alasan sebenarnya adalah karena aku rapuh? Entahlah... aku selalu merasa diriku kuat. Setidaknya aku masih bisa berdiri tegar menghadapi berbagai masalah, atau mungkin lebih tepatnya berdiri tegar dan tidak mempedulikan masalah apapun. Aku sekuat tenaga menganggap masalah sebagai bukan masalah, dan mencoba untuk menerima segalanya. Mencoba menerima tanpa mengeluh, tanpa komplain. Meskipun kenyataannya ada banyak keluhan dan komplain dan itu tersimpan rapat di dalam hati, yang kalau dipikirkan hanya akan membuat sesak tenggorokan dan bila memungkinkan untuk diutarakan hanya akan membuat bibir tercekat dan air mata mengalir. Lebay. Tapi itu kebenaran. Aku memikirkan diri sendiri dan orang lain dalam segala keluhanku. Semasih aku sanggup menahannya kenapa tidak kusimpan saja.
I choose money over a guy. Bahkan bila pria itu adalah pria yang mencintaiku, aku masih memilih uang. Bagaimana jika pria itu adalah pria yang kucintai? Hmm...aku tetap memilih uang. 
Pria yang mencintaiku ataupun pria yang kucintai, tentu adalah manusia. Manusia itu makhluk yang rumit. Mungkin tidak selamanya rumit, hanya saja situasi dan kondisi yang menjadikannya rumit. Bagiku masih jauh lebih mudah memahami uang ketimbang manusia. Uang berpikir sesuai dengan pikiran pemiliknya, bertindak sesuai dengan tindakan pemiliknya, uang berbicara seperti apa yang pemiliknya bicarakan. Ia mengikuti pemiliknya tanpa komplain. Meskipun uang memiliki dua sisi yang saling bertolak belakang, di satu sisi ia sangat setia, di sisi yang lain ia mudah berpindah tangan, tetap saja lebih mudah memahami uang.






Selasa, 30 Agustus 2016

Lirik Lagu Anime Lama Part-2

Di bawah ini lirik lagu anime lama part 2. Beberapa lagunya sudah mulai saya lupakan, saat di-browsing juga tidak ketemu lagunya. Bagi yang ingat, mari bagi-bagi informasi ;)
Otanoshimi ni..:D


Kaleido Star

Apa yang ingin kau lakukan untuk mencapai citamu
Melihat langit yang biru, hatikulah jawabannya

Kalimat ini tak mudah terucap
Tunjukkan cahya dengan jarimu
Jika kau ingin menggapai sesuatu
Kadang kumenangis

Terus semangat percaya diri
Suatu saat kau pasti kan berhasil
Awan putih ada di dataran oh inda
Mimpi panjang...

Terus semangat percaya diri
Suatu saat kau pasti kan berhasil
Awan putih ada di dataran oh indah
Mimpi panjang yang indah...


===============================

Detective Conan

Walau masa berganti dan waktu pun berlalu
Namun di dalam hati kuakan tetap maju

Walau rintangan menghadang masalah kuhadapi
Semua kan kuterjang tuk hadapi dunia ini

(Walaupun sekarang aku terperangkap dalam tubuh kecilku
Namun aku akan tetap yakin dan aku tidak akan pernah ragu
Dan saat mereka semua coba mengerti
Yang kutahu hanya satu jawaban yang pasti)

Kini kucoba skali lagi walau terungkap pasti
Setelah kulalui penuh percaya diri
Saat sesuatu terjadi semua teka teki
Kan tetap jalani tuk menyingkap misteri

Kini kucoba skali lagi walau terungkap pasti
Setelah kulalui penuh percaya diri
Saat sesuatu terjadi semua teka teki
Kan tetap jalani tuk menyingkap misteri



 ===============================

Whistle *Opening*

Belaian angin merubah waktu berlari-lari
Langit pertama yang terlihat
Melihat impian di tempat ini ingin menangis
Walaupun dengan kekuatanku

Dapat merubah masa depan
Sesuai dengan rasa dan asaku
Hingga tiba saat kita
Akan meraih impian

Dan jadi kenyataan di langit yang membiru
Sebelum kita semua jadi dewasa
Menata masa depan di tengah-tengah impian

Sampai saatnya nanti kita akan bertemu
Dan bersama dalam deburan angin
Dan demi hari itu hari esok masih ada



Whistle *Ending*

Awal hari ini yang akan dimulai
Menjadi sepak bola
Kuputuskan hanya tuk memikirkan dirimu
Ketulusan hanyalah tanda jasa
Walau aku coba tertawatu
Bagai harum bunga kota yang baru
Tiada merasa senang

Yang kuinginkan hanyalah menagis bersamamu
Langit yang tak terlupakan sesuatu yang berharga
Mungkin saja waktu itu jatuh cinta padamu
Kupastikan jatuh cinta padamu

Tempat kumengumpulkan angan
Berlarilah berlarilah kumencari-carimu
Sesungguhnya diriku iri padamu
Selamanya hanya ingin dirimu


 ===============================


Akazukin Cha-Cha *Opening*

Melayang bersamaku di awan
Dengan sinarnya yang menyilaukan
Terbang berarak ke langit biru

Marilah mencari ada apa disana
Segera berangkat menuju alam mimpi
Keluarkanlah keberanianmu melewati cakrawala
Terbanglah bersama-sama
Kosak angin yang berhembus

Yang terbaik kuberikan bagimu
Adalah senyuman yang manis
Jangan sampai kau kalah dan sedih
Semua yang paling kusukai darimu
Adalah senyuman yang manis
Pasti terkabul keinginanmu




Akazukin Cha-Cha *Ending*

Asalkan kita berdua mau lebih buka hati
Jawabannya pastilah akan kita dapatkan
Apakah yang membuatmu Selalu menangis sedih
Maafkan aku yang tak menyadarinya

Mari hadapi ini semua dengan seluruh jiwa raga

Kita semua pasti akan bisa berubah
Aku pun tak bisa tidur karna pikirkan dirimu
Kudatang memelukmu aku cinta padamu
Asal kita berdua selalu bersama-sama

===============================


Chibi Maruko-chan

Hal menyenangkan hati banyak sekali
Bahkan kalau kita bermimpi
Sekarang ganti baju agar menarik hati
Ayo kita mencari teman

Jalan panjang menuju langit biru
Tiba-tiba kulihat seorang anak
Yang menemukan harta karun di dalam sana
Alangkah senang dan hati gembira

Wangi angin panang rumput di sore hari
Sampaikan salam gembira

Hal menyenangkan hati banyak sekali
Bahkan kalau kita bermimpi
Sekarang ganti baju agar menarik hati
Ayo kita mencari teman...


===============================

Shaman King *Opening*

Antara langit bumi selalu bersimpangan
Di dunia tempat kita brdiam ini
Terlahir jiwa baru menggantikan yang lalu
Terus terulang di dalam aliran sang waktu

Ketika terlintas rasa putus asa
Kekuatan mimpi pun menghilang
Ayo bangkit sekali lagi di dunia ini

Di jalan kebenaran ini impian akan tetap hidup
Percayai kekuatan yang terpendam
Di jalan kebenaran ini masih tersimpan kegelapan
Singkapkanlah itu semuanya

Pedang yang telah diayunkan
Bukanlah untuk menyakiti
Dengan kekuatan kita
Bangkitkan dia
Dengan agungnya
Berikan cahya
Bangkitkan jiwa


Shaman King *Ending*

Kurasakan angin sepoi
Berhembus lembut menyibakkan rambutku
Hari ini kusendiri
Kupandang indahnya langit kala senja

Apakah yang terihat nan jauh disana
Masa depan pun terlihat
Pandang terus ke depan dan melangkah

Terkadang kurasakan gelisah
Terkadang kurasakan derita
Ingin hampiri peluk dirimu tuk ungkapkan
Tapi sekarang belumlah bisa
Sampai saat impianmu itu telah teraih
Pasti kan tiba
Aku percaya

===============================


Card Captor Sakura  *Opening*

Tip tap cinta seperti permen
Enak bagaikan buah yang segar
Selamat setiap hari adalah minggu
Jangan buru-buru hatiku

Mari kita ke kota hujan telah berhenti
Membuat gelembung permen dan rasa ingin tahu
Langit biru memantul dari kubangan
Air mata mengering dalam sinar temaram

Oooohh timbul rasa gembira haa..
Gembira oh gembira haa..
Ayo kita jalan-jalan
Ah ah ah ah

Tip tap seperti permen dalam mimpi
Kucoba yang terbaik kugembira
Selamat tinggal Senin yang baik
Jangan buru-buru mimpiku...


Card Captor Sakura *Ending*

Sendiri kumelamun di sisi jendela
Dan memancarkan rasa gembira
Oh Gembira
Hariku sepi
Kutatap hujan yang tidak berhenti

Sungguh aneh
Hanya dengan mengingatmu hatiku
Akan menjadi tenang
Senyumanmu menyejukkan
Seperti air susu
Manis bagai rasa madu


===============================


Yugi Oh *Opening*

Lembar majalah yang belum terbaca
Entah mengapa kujadi ingin membacanya
Di sudut kamar tertumpuk CD game
Tak kan berarti kalau tak dimainkan

Kamu yang ada dihadapanku
Meski kucoba untuk menyapa
Tetapi kau tetap tidak mau
Merubah raut wajahmu itu

Padahal disini aku dekat denganmu

Tak tersampaikan tak tersampaikan perasaan ini
Apa sebenarnya yang paling berharga bagi diri kita...


Yugi Oh *Ending*

Tabung kaca berkilau-kilauan
Aku menunggu di Lab Fisika
Tangan yang dingin saling bertemu
Dengan begitu akan jadi terasa hangat

Siraman semangat
kuingin curahkannya padamu
Akan selalu kutopang dirimu
Yang kesepian itu

Siraman semangat
Tetap bijaklah seorang diri
Lingkaran persahabatan kita
Kan slalu menjagamu...

===============================


Hunter x Hunter *Opening*

Mari ucapkan slamat pagi
Wujudkan mimpimu lagi
Semoga hari ini jadi hari yang indah
Hal yang sederhana dan yang apa adanya
Bagai cahya mentari itu sesuatu yang paling berharga
Mimpi saat terjaga kan membawa
Keesok hari yang tak pasti
Merry Go Round Goes

Berjalan bersama dirimu
Bergandeng tangan denganmu
Aku ingin menjadi sahabat selamanya

Ucapkan selamat pagi
Wujudkan mimpimu lagi
Marilah kita hidup seperti ini untuk slamanya...


Hunter x Hunter *Ending*

Apa kau dengar suara angin yang berhembus
Di muka bumi
Bangkit kenangan di masa lalu
Apakah yang berada disana
Diujung awan yang berarak
Kutahu masa depan
Telah menntimu di balik hutan ini

Selamat jalan aa..
Jangan berpaling lagi dan teruslah melangkah
Percayalah aa..
Gejolak dalam dada kan jadi kekuatan

Suara langkahmu yang tengah berlari kencang
Sendiri kan kucari di tengah angin ini


===============================


Digimon II

Dimulai cerita yang berputar dengan cepatnya
Permukaan tanah berubah merah
Seluruh bumi menjadi surga yang kosong
Kan kami bebaskan dengan tangan ini

Jalan berbatu panjang dan tiada batas
Dan harus dibuang ke tempat jauh disana

Ayo bangkitlah pahlawan
Yang ada di dalam diriku
Jangan sampai kau menyerah
Untuk menggapai impian

Ayo tetap bersemangat
Walau debar membakar dada
Kembalikan pada kami
Hari esok yang terlupakan
Nyalakan api pertempuran


===============================


Tico and Friends  *Opening*

Mulailah jadi diri yang baru
Begitu dengar lonceng di dalam dada
Berangkatlah kapalmu
Ke peta biru luas membentang
Dan mulailah untuk menggurat
Masa depanmu..

Mari kejar kejayaan
Dan juga lampaui gelombang waktu
Jangan cemas hari esok
Percayailah Sea loves you

Mari kejar kejayaan
Kau tidak sendiri kubersamamu
Janganlah pernah khawatir
Janganlah bimbang
Sea loves you..


Tico and Friends  *Ending*

Kupandang langit malam
Saat mataku tak bisa terpejam
Bisikan bintang-bintang
Seakan bisa kudengar

Janganlah bimbang dan teruslah percaya
Keinginanmu suatu saat nanti kan terkabul

Mata yang selalu memancarkan impian
Seakan bisa berbincang dengan kerlipan bintang
Karenanya aku takkan berpaling sekarang
Sepenuh hati
Oh twinkle talk

===============================

Dragon League *Opening*

Di lapangan yang penuh berlumpur
Kuteteskan air mata
Sambil menahan sedih
Meskipun jatuh kuakan bangkit
Berlari menuju gawang
Untuk segera melesatkan bola
Sampai mencapai angkasa (Jauh dan tinggi)

Let's try to kick di tengah cahaya
Berlari menuju hari esok lebih berkilau
Let's try our best di setiap saat
Jadi diri sendiri dan mulai...melangkah...


===============================

Ranma 1/2  

Yapapai yapapai inzaten
Mari bergembira bersama cinta
Yapapai yapapi inzaten
Mari bergembira bersama cinta

Jatuh cinta Ranma Ranma Ranma
Kita menjadi teman selamanya
Jatuh cinta Ranma Ranma Ranma
Kita menjadi teman
kita menjadi teman
Kita menjadi teman selamanya

Katakan kau suka dengan tenang
Jangan seperti kuda liar
Bel tak berbunyi bagaikan angin
Dadaku jadi terasa hangat

Karena kau hidup dihatiku
Sangat mengganggu jiwaku
Malam ini tak apa-apa
Sampai besok pun tak mengapa
Bikin pusing kepalaku

Jatuh cinta Ranma Ranma
Kita menjadi teman selamanya

Berdua di pantai yang sepi
Waktu berjalan berputar-putar
Bola mata pun menjadi bulat
Waktu berjalan menakutkan
Lautan ombak pun pergi menjauh


===============================


Zenki  *Ending*

Hei tak usah kaujelaskan
A-air matamu
Hei kau yang sedang tertidur
Dengan nyenyak di padang rumput

Hei saat aku melihat
Wa-wajah lelapmu
Hei kupun tak marah lagi
Padamu yang ego

Bila tidak tegar
Tak kan mampu berjuang
Mungkin itu yang kau rasa

La la la di hari angin dan hujan
Yakinlah kamu kupasti kupasti
Akan tetap memelukmu

La la la di setiap tempat itu
Dan setiap tempat lain
Kupasti akan tersenyum padamu


Lirik lagu ending Zenki mengakhiri postingan ini.. sampai jumpa di lain kesempatan ;D

Lirik Lagu Anime Lama Part-1

Sejak lama saya ingin memposting lirik lagu anime yang saya tonton saat masih kanak-kanak. Ada sebuah buku catatan yang saya simpan berisi lirik-lirik lagu yang kebanyakan lirik lagu anime versi indonesia. Kini buku itu sudah mulai usang. Semua isinya akan saya tuangkan dalam beberapa postingan sebagai pengganti catatan itu meskipun memungkinkan ada beberapa kesalahan lirik karena mengingat si penulis catatan saat itu masih seumuran Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah. ;)

Yosh... mari mulai dari postingan ini. Otanoshimi ni... :)



Wedding Peach *Opening*


Impian yang indah khayalan yang tinggi
Kabulkanlah wedding dress..
Seperti mamamu
Cinta yang sejati akankah kutemukan

Ingin kusampaikan irama hatiku
Dan sedikit keinginan
Mataku berputar diantara bunga
Dan cahayanya sang surya

Kudapatkan kusadari keadaan ini
Anak wanita kan percaya kepada mimpi

Ku'kan melindungi kebenaran mimpi
Dan gemerlapnya wedding ring
Air mata ini menjadi pelangi senyuman bidadari
Air mata ini menjadi pelangi senyuman bidadari



Wedding Peach *Ending*

Jangan takut jangan menyerah
Tunjukkan keberanianmu

Selalu saja ada problema
Hubungan dua manusia
Seperti Romeo dan Juliet
Ketulusan cintanya

Mungkinkah nasib itu kan berubah
Seperti di dalam khayalan
Pintu macam apapun kan terbuka
Masa depan yang tak terbatas

Digenggam tanganmu cinta akan bahagia
Impianku


=================================

Doraemon

Aku ingin begini aku ingin begitu
Ingin ini ingin itu banyak sekali
Semua semua semua dapat dikabulkan
Dapat dikabulkan dengan kantong ajaib

Aku ingin terbang bebas di angkasa
(Hai baling-baling bambu)
La la la aku sayang sekali Doraemon
La la la aku sayang sekali Doraemon

=================================

Ninja Hattori

(Ninja Gozaru pembela kebenaran dan keadilan)
Mendaki gunung lewati lembah
Sungai mengalir indah ke samudera
Bersama teman bertualang

Tempat yang baru belum pernah terjamah
Suasana yang ramai di tengah kota
Slalu waspadalah kalau berjalan
Siap menolong orang dimana saja

Gozaru gozaru itulah asalnya
Pembela kebenaran dan keadilan
Hai Ninja Gozaru

Di dahan pohon dia mulai beraksi
Menjaga anak-anak bermain di taman
Bunga-bunga indah terbang ke awan
Membawa hati kita jadi gembira

Gozaru gozaru itulah asalnya
Pembela kebenaran dan keadilan
Hai Ninja Gozaru

=================================

Sailor Moon

Maaf kutak pernah berterus terang
Bukan kutak mempercayaimu
Namun sebelum kuberganti rupa
Ingin aku menemuimu


Kukan bermandi cahaya bulan
Yang cemerlang di malam yang cerah
Memang telah lama kurasakan
Ingin menolong yang lemah

Tiba-tiba keajaiban terjadi
Kekuatan muncul di diri

Untuk melawan semua kejahatan
Kekuatanku harus digunakan
Menegakkan segala kebenaran
Ini keajaiban alam
Aku mempercayainya
Ini Keajaiban alam


=================================

Yokoso Yoko

Di hatiku ada nadi berwarna hijau
Saat jumpa pertama kita tertawa
Seperti tanda cinta walau hatiku ragu
Namun jantungku berdebar semakin kencang

Namun saat itu tak terduga
Kata-kata yang telah kurangkai
Masih terasa kan
Sampai kubuka kamus biruku
Di halaman yang terdepan
Kutemukan sebuah kata
Aku pun gelisah menantikan
Kata-kata itu
Aku cinta



=================================

P-Man

P-man P-man P-man
Kupanggil dia P-man suaranya riang
Datanglah oh P-man datanglah ke rumahku
Datanglah oh P-man ke dalam hatiku
Dengan kata cinta memberi semangat

P-man P-man P-man
Mari kita bersahabat
Menyatukan hati dan hati
Dan bersama-sama terbang ke angkasa
Dengan hati riang ke langit itu
P-man P-man P-man
Namanya P-man P-man

=================================

Minky Momo

Kubermimpi ingin menjadi orang dewasa setiap saat
Dalam hati diriku ini slalu bertemu siapa saja
Warna pelangi menyinariku dengan badai kurentangkan
Sayap ilmu gaibku maka orang mencintaiku

Sayang cahya impian berkelana ke satu impian
Anak gadis yang selalu turut jadi wanita
Yang selalu dicintai sejak lahir
Oh cahya impian
Dari langit yang biru ini
Aku menggapai impianku
Daba-daba jatuh cinta
Cahya impian

Sampai kapanpun di hatiku
Terpendam satu keinginan
Daba-daba jatuh cinta


=================================

Ufo Baby

Entah mengapa ada yang selalu ketinggalan
Perasaan hati yang tak pernah puas
Mengapa?
Di dalam dada hatiku sedang tidak menentu
Sayap-sayap kecil mulai dikepak-kepakkan
Bila ada sedikit keberanian sejati
Sadarilah perasaanku ini

Kuingin memberitahu ini rahasia kita berdua
Kuingin menjadi lebih dari seorang teman
Hanya dirimu yang kusukai


=================================

Dragon Ball

Orang pun datang dan akan kembali kehidupan kan jadi satu
Di kehidupan yang kedua akan menjadi lebih indah
Siapakah yang dapat melaksanakan
Sekarang berusaha mewujudkannya

Cahaya cinta perlahan menyilaukan
Itulah mimpi kehidupan kedua
Mimpi itu darimana datangnya...

Jawabnya ada diujung langit
Kita kesana dengan seorang anak
Anak yang tangkas dan juga pemberani

Bertarunglah Dragon Ball dengan segala kemampuan yang ada
Bila kembali dari langit semoga hidup kan jadi lebih baik

Tugas yang berat dilaksanakan
Berjuang agar lebih baik
Siapa yang dapat melaksanakannya
Dan berusaha mewujudkan
Semua itu demi hidup yang baik
Hanya dia yang mampu melaksanakannya...


=================================


Digimon Adventure

Menjadi kupu yang sehat
Terbawa angin berkilau
Sekarang kupergi untuk bertemu dikau

Hal yang bukan urusanmu
Lebih baik lupakan saja
Tidak ada waktu untuk bermain-main

Apa yang wow wow wow wow wow
Bisa dicapai di langit ini
Tetapi wow wow wow wow wow
Kita tidak tahu rencana esok hari

Setelah mimpi panjang tiada akhir
Di dunia sepi
Hingga pikiran bersemangat
Kelihatannya akan kalah
Tapi Kepak sayap tiada kabarnya
Hanya berkhayal pasti kanbisa terbang
Oh sayangku..


=================================


Kobo-chan

Di dunia ini semua bisa terjadi
Dan apa yang akan terjadi
Kita tak akan pernah mengetahui
Marilah kita hadapi pasti ada jalan keluar
Hari ini entah siapa yang akan bahagia

(One two three four)
Nipong nipong cha cha cha cha cha
Kobo duduk di atas batu
Nipong nipong cha cha cha cha cha
Tralalala galileo

Setiap hari ha ha ha ha ha
Tawa canda di mana-mana
Setiap hari a a a a a
Aku benci makan pisang

Nipong nipong cha cha cha cha cha
Tawa keluarga slalu ceria
Nipong nipong cha cha cha cha cha
Bersemangatlah selalu

Nipong cha cha cha
Nipong cha cha cha
Nipong cha cha cha
Cha cha cha cha..


=================================

Crayon Shinchan

Seluruh kota merupakan tempat bermain yang asyik
Oh senangnya aku senang sekali

Kalau begini aku pun jadi sibuk
Berusaha mengejar-ngejar dia
Matahari menyinari semua perasaan cinta
Tapi mengapa hanya aku yang dimarahi?

Di musim panas merupakan hari bermain gembira
Sang gajah terkena flu pilek tiada henti-hentinya
Sang beruang tidur dan tak ada yang berani ganggu dia
Oh sibuknya aku sibuk sekali..



=================================
Yap..itu tadi lirik lagu anime lama yang ada di buku catatan satu. Selain lagu anime buku itu juga berisi beberapa lirik lagu drama mandarin. Nanti akan saya masukkan dalam postingan yang berbeda. Part 2 segera menyusul... ;D








Rabu, 03 Juni 2015

My Mother

It's about my mother.
Ibuku bukanlah seorang ibu yang mungkin diharapkan oleh setiap anak. Ibuku orang yang arogan, tidak dewasa, kurang bersyukur, suka menyalahkan orang lain, egois, dominan, selalu ingin menang sendiri dan bukan seorang pemaaf. Semakin bertambah umur, semakin mengenal ibuku, aku semakin menyadari, ibuku bukan seorang ibu yang baik. Ibuku tidak pernah mengajarkanku bagaimana menjadi ibu rumah tangga yang baik, yang diajarkan padaku adalah bagaimana menjadi wanita yang mandiri tanpa tergantung pada laki-laki. Ibuku tidak pernah mengajarkanku bagaimana melakukan pekerjaan rumah tangga dengan baik, yang diajarkannya adalah bagaimana melakukan pekerjaan yang bisa menghasilkan uang. Sejak kecil aku terbiasa bekerja karena ibu. Aku mengalami masa kecil yang berat karena ibu. Tapi, semua itu berguna menjadikanku manusia yang kuat.

Sejak kecil aku tidak ingin menjadi seperti ibu. Ibuku bukan orang yang bahagia. Ibuku tidak menikmati hidupnya. Ibuku selalu berpikir bahwa hidupnya menderita dan tidak ada yang lebih menderita darinya di dunia ini. Ya, begitulah ibuku, tidak pernah bersyukur. Ibuku selalu ingin lebih. Diam-diam selalu ingin mengalahkan orang lain, memiliki lebih daripada orang lain. Tapi, ibuku pekerja keras. Hanya saja ibuku tidak pernah bahagia dalam kehidupan rumah tangganya sendiri. Ibuku yang membuatku menghabiskan masa kecil dengan menyesali kelahiranku sendiri. Karena ibuku, aku takut menjadi wanita dewasa yang seperti ibu.

Kalau saja ibuku sedikit lebih bersyukur, sedikit lebih menikmati hidupnya, sedikit lebih menghargai apapun miliknya, seharusnya ibuku menjadi wanita paling bahagia di dunia. Kadang kupikir ibuku jauh lebih menikmati hidupnya dalam masalah. Ibuku selalu bermasalah dengan bapak. Apa memang seperti itu orang dewasa? Setelah menikah bertahun-tahun justru kehidupan rumah tangganya semakin tegang, semakin renggang, selalu bergeriliya tanpa ada satupun yang mau melakukan gencatan senjata. Kupikir mereka sedang bosan. Karena itulah selama bertahun-tahun pula aku menyaksikan peperangan itu dalam diam, menjadi nonblock, tidak bisa memihak salah satu. Dan diam-diam pula aku hanya bisa menangis. Hatiku hancur lebur sampai sekarang pun.

Ibuku bukan orang yang mau mengalah, juga bukan orang yang mudah meminta maaf, apalagi memaafkan. Kadang kupikir, musuh terbesar ibuku dalah bapak. Setiap kali berperang, ibuku selalu menyebut-nyebut segala masalah yang sudah lewat bertahun-tahun lamanya, berulang-ulang, tidak ada habisnya. Aku sendiri sampai bosan. Tidak ada masalah baru. Semua hanyalah mengenai masalah lama yang belum kelar. Coba saja ibuku tidak lagi membahas hal-hal yang sudah lewat, seharusnya ibuku bisa menatap jauh ke depan. Seharusnya ibuku bisa tidak membebani dirinya dengan masalah masa lalu yang sudah tidak berarti lagi bagi bapak, dan bahkan bagiku. Seharusnya ibuku bisa kebih bahagia menjalani kehidupan rumah tangganya.

Sejak kecil aku selalu berpikir, jika kedua orang tuaku bercerai aku harus ikut siapa? Aku selalu sampai pada kesimpulan bahwa aku tidak ingin hidup dengan salah satunya. Daripada harus memilih salah satu, aku lebih baik tidak hidup bersama mereka. Begitu dewasa aku berpikir, kenapa orang tuaku tidak bercerai juga? Ibuku yang selalu menyebut kata 'cerai' ternyata tidak benar-benar berani melakukannya dan selalu menjadikan anak-anaknya sebagai alasan. Aku merasa bersalah. Karena keberadaanku, ibuku mengalami masa-masa yang tidak bahagia. Kalau saja aku tidak pernah ada, adik-adikku tidak pernah ada, apakah ibuku akan bercerai dari bapak? Apakah ibuku bisa bahagia?

Tampaknya, aku membawa beban penyesalan yang terlalu besar dalam hidupku. Tapi, semua itu justru membuatku belajar. Suatu hari nanti, kelak, saat ada seorang pria yang mau mencintaiku apa adanya, aku ingin menjadi seorang istri yang baik, aku ingin menjadi ibu yang baik bagi anak-anakku kelak, dan kalau aku tidak bahagaia dengan rumah tanggaku, aku ingin menyimpannya sendiri dan tidak menjadikan anak-anakku sebagai alasan untuk bertahan. Kuharap pria yang nantinya menjadi suamiku juga tidak menjadikan anak-anak sebagai alasan untuk mempertahankan rumah tangga. Anak-anak bukan pilar yang harus mempertahankan rumah yang sudah mau roboh.

Aku harap ibuku bisa lebih bersyukur dalam hidupnya.

Rabu, 08 April 2015

Is it a change of heart?

Hari ini, tanggal 8 April 2015. Aku menjalani kehidupan seperti biasa, bernapas, bergerak, beraktivitas seperti biasanya. Aku merasa sehat, positif seperti biasanya. Bebas tanpa beban. Ya.....bebas tanpa beban tapi pikiranku sepertinya kurang tenang. Entahlah....sejak kemarin aku memikirkan seseorang yang berada jauh disana. Seseorang yang masih hidup,  yang masih kuajak berkomunikasi meskipun jarang, seseorang yang kuajak berbagi minat yang sama. Mungkinkah ini permulaan dari "a change of heart"? Aku merasa ada perubahan pola pikir, dan pola "merasa" dalam diriku. Ini perubahan besar. Ada satu pikiran yang tiba-tiba berubah seratus delapan puluh derajat. Kalau seperti ini, aku bisa di cap plin plan.. Hahahaha... Tapi ini tidak menyalahi prinsip-prinsip hidup. Hanya saja aku berpikir hanya demi diriku sendiri. Penuh dengan keegoisan, ingin mendapatkan segala yang kuinginkan. Oh ayolah....semua orang seperti itu. Hal itu wajar. Tapi aku tidak akan mengatakan banyak hal mengenai pikiran-pikiranku ini... Biarkan jawabannya Tuhan yang memberikan. Mudah-mudahan.... :-)

I love you my friend

Ada banyak hal yang kupikirkan beberapa hari ini. Mungkin aku frustrasi karena begitu banyak teman yang akhirnya menikah. Sementara aku masih dalam kategori jomblo. Mengenaskan. Tapi aku masih bersyukur, setidaknya beberapa orang temanku masih jomblo. Hahaha...

Hari ini tiba-tiba saja aku teringat sebuah kalimat dari temanku sekitar satu stengah tahun yang lalu antara bulan september atau oktober 2013 saat kucurhatkan padanya bahwa aku menjomblo. Dia berkata, "Tenang aja, kalo gak ada cowok lain yang mau nikah sama kamu, aku mau kok nikahi kamu, pi". Seketika itu terbersit dalam pikiranku, "Lo emang temen sejati gw" mungkin sambil sedikit terharu. Tapi tak lama kemudian dia menambahkan, ".....tapi, jadi istri kedua" sambil tertawa. Aku langsung sweatdrop. "Sialan lo" teriakku. Dan selanjutnya enam bulan kemudian dia menikah. Dia adalah salah satu teman terbaik yang sudah kuanggap seperti keluarga. Dia yang selalu setia menemaniku saat aku menjomblo, setia berdebat denganku mengenai banyak hal, dan setia mengajakku jalan setiap kali aku jomblo. Dari awal sampai akhir dia tetap menjadi teman dan aku tidak ingin mengubah itu. Sudah setahun lamanya dia menikah lalu memiliki anak, dan setahun pula aku tidak berkomunikasi intens dengannya. Maklum dia sudah beristri, bisa kacau kalau aku masih berhubungan dengannya mengetahui istrinya agak sedikit ababil. Hehe..

Teman satu lagi agak berbeda. Dia tinggal jauh, berbeda agama, tapi selalu mengkhawatirkanku. Dia pernah mengatakan, "kalau saja kita seiman, gw pasti sudah meminang lo". Sudah sepuluh tahun lebih aku mengenalnya, dia lebih dari teman, mendekati saudara. Aku menganggapnya seperti keluarga. Dia teman yang selama ini, mungkin cuma dia yang mengkhawatirkan masa depanku. Ketika akubekerja dan mendapat gaji kecil, dia protes, ketika aku memiliki pacar yang bergaji kecil, dia protes, ketika aku kuliah dan belum juga mampu memberi apa-apa pada orang tua dia protes, dan ketika usiaku semakin bertambah tanpa ada rencana menikah dia mengeluh, menggerutu, dan ngomel seperti ibu-ibu. Dia selalu menjadi teman terbaik dalam hidupku. Meskipun sering berbeda pendapat, meskipun jarang berkabar, meskipun dia sibuk, meskipun beberapa kali marahan besar dengannya, meskipun sering cekcok, sering berdebat, mungkin dialah orang yang paling memahami jiwaku. Disaat seperti itu kadang terbersit dalam pikiranku, "kalau saja kita seiman, mungkin aku akan mempertimbangkan untuk menikah dengan kamu". Tapi aku tidak sanggup menerima konsekuensi, bahwa kemungkinan besar segalanya bisa berubah kearah yang tidak diharapkan. Sejak awal dia adalah teman, tentu aku menjadikannya teman. Di dalam hatiku yang paling dalam dia adalah teman yang terbaik.
Setiap kali aku mengiriminya sms dia selalu membalas, "tumben lo sms gw, jomblo ya?" Entah kenapa aku sudah menduga reaksinya akan seperti itu. Kadang aku berpikir, entah aku yang tau banget tentang dia atau dia yang tau banget tentang aku. Reaksinya selalu sesuai dengan prediksiku. Hahaha... Apa dia itu memang mudah ditebak atau aku yang mudah ditebak oleh dia? Entahlah...
Setahun lalu dia berkata akan menikah di 2015. Aku bersyukur mendengarnya, aku bersyukur akhirnya dia berpikir untuk toubat dari kenarsisannya dan dari sifat pemuja wanitanya... Hahaha... Mudah-mudahan niatnya terlaksana tanpa hambatan.

I love you my friend... :-)