Google+ Followers

Kamis, 22 Juni 2017

Suki na Hito ga Iru Koto part 2

"Uchuu no Ko Masa"
Begitu dia menyebut dirinya.
"Masa si anak alam semesta." 

Senja itu dia menulis post card. Banyak sekali post card. Tampaknya dia menulisnya dengan sistem cicil. Sambil memainkan ponselku, aku memperhatikannya sesekali. Aku tidak bisa mengajaknya bicara meskipun ingin sekali ngobrol. Lalu aku memutuskan menemaninya dalam diam. Sesekali dia akan meninggalkan tempat duduknya setelah mengecek ponsel. Dia akan berjalan dengan cepat menuju pantai, aku tidak tahu apa yang dia cari, sepertinya seorang teman. Begitu kembali dia akan duduk lagi dan melanjutkan menulis. Sesekali dia akan duduk di tempat yang berjauhan untuk merokok. Mungkin ini adalah kali pertama aku tidak membenci perokok (*´罒`*)

Ketika hari beranjak malam tiba-tiba dia berdiri dan bergumam, "Are?" sambil terlihat kebingungan mencari-cari sesuatu. Itu membuatku bertanya-tanya apa yang terjadi. Aku yakin dia mencari sesuatu. "Nanika sagashita no?" Tanyaku cepat. "Sandaru" jawabnya. "Hee? Nande?" Dengan cepat aku membantunya mencari sandalnya. Saat itu aku benar-benar serius. Aku memperhatikan tempat dia merokok dan sekitarnya, sama sekali tidak ada tanda-tanda keberadaan sandalnya. Akhirnya dia pergi ke pantai dan tak lama kemudian kembali. "Found it?" Tanyaku. Dia masih tampak bingung dan hanya menggeleng sambil mengeluarkan suara dari tenggorokannya. Dengan cepat dia meraih ponselnya. Tak lama kemudian ia duduk. "Dou? Sandaru?" Tanyaku. Diapun menjawab, "Ah, It seemed I left it on the beach and maybe my friend took it." Jawabnya. "Ah so desu ne", ucapku mulai merasa tenang. Tak berapa lama kemudian dia pun meninggalkan warung, mengatakan bahwa ada yang tidak beres dengan otaknya. Dia mungkin tidak bisa berkonsentrasi karena kehilangan sandalnya. Lol
Dengan kepulangannya, berakhir pula pertemuanku dengannya di hari itu. Malam itu aku menceritakan pada temanku betapa lucunya dia kehilangan sandal. Dia begitu manis. 😊

Keesokan harinya, aku dan keluarga temanku kembali ke warung untuk bekerja. Sebelumnya kami berbelanja terlebih dahulu, membagi tugas membeli berbagai keperluan warung di pasar Kuta. Setelah mengantar temanku, Gungmas,  ke hotel tempat dia bekerja, kami melanjutkan kegiatan berbelanja ikan di pasar kedonganan hingga menjelang tengah hari barulah kami tiba di warung. Tempat yang sangat kutunggu untuk kudatangi. Sambil membawa banyak barang di tanganku, aku mulai mencari sosoknya. Tidak sulit menemukannya. Dia tengah duduk di salah satu kursi di warung sebelah sambil memainkan ponselnya ditemani secangkir kopi dan rokok. Benar-benar, dia tidak mempunyai tampang perokok. (^^)Dia melihatku dan menyapa. Aku membalasnya dengan sapaan yang sama. "Pagi" "Ohayou"

Setelah meletakkan belanjaan, aku membantu membereskan warung. Menyiapkan berbagai macam hal sambil sesekali melihat ke arah dia duduk. Aku hanya bisa melihat punggungnya dari balik pilar kayu. Dia selalu memakai baju hitam dan celana pantai, entahlah apakah itu baju dan celana yang sama yang dia kenakan setiap hari atau tidak. Tapi justru karena dia memakai pakaian yang sama makanya dia mudah dikenali. ( ˙ᵕ˙ )
Saat ayah di keluarga itu yang kupanggil "Ajik" menata kursi di sekeliling meja, dia datang dengan sigap membantu ajik. Tengah hari aku dan dia ditawari makan. Kami pun makan bersama di satu meja, dan lagi-lagi aku selalu ketinggalan. 😅
Aku mempunyai kebiasaan makan yang lambat dan santai, entah kenapa aku tidak bisa makan dengan cepat. Ditambah lagi makanan hari itu benar-benar pedas, dan sudah terlalu terlambat untuk makan (T^T) perutku mungkin terkejut. Beberapa kali aku sempat merasa mual. Pada akhirnya aku tidak bisa menghabiskan makananku. Aku menyimpannya berharap akan bisa menghabiskannya.

Ketika persiapan selesai, warung bisa beroperasi. Dia duduk di salah satu kursi, mungkin itu tempat favoritnya dan di hadapan tempat duduknya itu menjadi tempat favoritku sekarang. Aku masih duduk di tempat semula sambil berusaha menghilangkan rasa pedas dengan meminum air. Aku memandangi punggungnya. Figurnya yang sedang duduk. Tak berapa lama aku diminta untuk menunggu pelanggan. Aku mengambil duduk jauh di depannya. Benar-benar malu. Tak banyak yang bisa kukatakan padanya karena dia juga tidak banyak bicara. Tak berapa lama, aku mendapat pelanggan pertamaku. Aku mempersilakan tamu duduk bertepatan dengan dia meninggalkan tempat duduknya dan meninggalkan warung. Sepanjang siang aku tidak dapat melihatnya. Seperti sebuah jadwal. Aku bisa dengan mudah memahami jadwalnya. Pagi hari sekitar pukul 6-7 pagi dia akan memulai kegiatan membersihkan pantai dan berakhir sekitar pukul 10-11 siang. Sekitar pukul 1 siang dia akan meninggalkan pantai untuk kembali ke kost, mungkin untuk tidur. Sorenya dia akan kembali ke pantai sekitar pukul 5. Dia melakukannya secara rutin setiap hari.

Sekitar pukul 5 sore hari itu, dia datang ke warung. Saat itu aku sedang duduk sambil memperhatikan seorang wanita, pelanggan warung sebelah yang sedang duduk bersama anjing kecilnya yang berumur setahun. Saat aku diminta duduk di depan menunggu tamu aku diajak ngobrol oleh wanita itu. Aku tidak menanyakan namanya. Dia wanita yang berasal dari Manado, tinggal di Bali sepertinya sudah cukup lama dan kalau diperhatikan hari itu dia duduk bersama seorang bule. Anjing kecilnya tak berhenti menggonggong ke sekitar. Dia anjing yang berani. Anjing itu bernama Priti. Aku diijinkan untuk menyentuh anjingnya. Aku mengelus-elus anjing itu sambil mendengarkan cerita wanita 35 tahun itu bahwa anjing itu adalah penjaganya. Ada seorang paranormal yang mengatakan bahwa dia harus memelihara anjing sebagai penjaga. Wanita itu mengatakan bahwa anjing itu sangat sensitif. Dia mengatakan bahwa aku orang yang baik oleh karena itu anjingnya sama sekali tidak menggonggong ke arahku. Anjing kecil itu bahkan tidak keberatan aku mengelusnya. 😆 yappari atashi yasashii desu ne 😆

Memori mengenai malam itu perlahan telah menghilang dari ingatanku. Hari itu begitu panjang. Apakah hari itu ya trjadi kekacauan di warung? Ketika saat siang hari kondisi kesehatan Ajik dan Gustu mulai tidak stabil hingga mempengaruhi kondisi mental mereka. Terjadi sedikit kekacauan. Aku ingin sekali bercerita pada Masa tapi tidak tahu memulai dari mana dan bagaimana caranya. Perbedaan bahasa benar-benar membuat kesulitan. Akhirnya, aku bercerita pada Gungmas ketika aku menjemputnya di tempat kerja. Hari itu terasa begitu panjang. Hari itu aku dibuatkan lemonade hangat oleh temanku setelah kami makan bersama. Setidaknya itu yang kuingat. Tidak banyak moment yang kuhabiskan bersama Masa tetapi setiap saat yang kulalui bersamanya adalah moment yang berharga.

Minggu, 18 Juni 2017

Suki na Hito ga Iru Koto

Halo, apa kabar?
Aku mengabarimu dari Bali.

Kalimat itu yang sering kubaca dalam pembukaan blognya. Dia suka menulis dan berbagi dengan banyak orang. Dia membagikan kesehariannya selama bekerja di Pantai Kuta. Dia seorang environtmentalis, earth warrior. Dia bekerja membersihkan pantai dari sampah yang kuyakini hal itu sebagai panggilan jiwanya. Bukan mengenai apa yang dia lakukan tapi mengenai apa yang membuatnya melakukan itu. Apa yang ada di dalam dirinya adalah pengabdian. Dia mungkin satu dari sekian banyak manusia yang bisa melakukan hal-hal yang dia inginkan berasal dari hati dan semua itu terpenuhi. Hidupnya adalah hal yang menakjubkan. Bertemu dengannya adalah hal yang sangat menakjubkan. Apalah aku. Aku tidak cantik, tidak putih, tidak seksi, aku mungkin salah satu perempuan yang gagal menjadi wanita tetapi aku masih berusaha. Sementara dia, sempurna secara fisik bahkan jiwanya sempurna. Aku mungkin belum mengenalnya dengan baik. Tapi, orang-orang yang mengenalnya memuji-muji dia mengatakan bahwa dia orang yang sangat sangat baik dan sangat penuh kasih sayang. Aku beruntung mengenalnya. Aku rasa bisa mengenalnya saja sudah cukup meskipun fantasiku mengharapkan lebih dari itu. Pikiranku tak pernah berhenti menampilkan figurnya, cara dia melihat ke arahku dan tersenyum membuat hatiku berdebar-debar. Aku selalu bertanya-tanya, apa seperti ini rasanya jatuh hati? Atau jatuh cinta? Selalu bisa menemukan dia meski di kejauhan? Hal-hal seperti itu mungkin memang biasa terjadi. Aku mungkin hanya terbawa perasaan. Berpikir bahwa hal seperti ini seolah baru pertama kali terjadi. Berpikir bahwa semua hal yang terjadi di dalam hidupku selama ini adalah untuk hal ini. Mengapa dia hadir di waktu yang tepat? Terlambat atau terlalu dini 1 detik saja akan membuat segalanya berbeda. Aku terus berpikir seperti itu. Seandainya saja bukan foto itu yang kulihat, aku mungkin tidak akan tertarik padanya. Seandainya dia tidak hadir dalam kehidupan keluarga temanku mungkin aku tidak akan pernah mengenalnya dalam hidupku. Seandainya minggu pertama liburan ini aku mengikuti diklat, aku mungkin akan kehilangan kesempatanku untuk bertemu dengannya.

Aku yang seminggu yang lalu begitu terpuruk memikirkan diri ini akan gagal menemuinya, berdoa sambil berusaha mengikhlaskannya. Aku menyerahkan sepenuhnya kepada Tuhan. Perjalanan hidupku Beliau yang paling tahu. Meskipun aku yang membuat pilihan pada akhirnya Beliau akan membawaku ke tempat yang seharusnya. Aku hanya perlu ikhlas. Ya, aku ikhlas. Bertemu dengannya atau tidak memang akan mengubah banyak hal dalam hidupku, tapi apapun yang terjadi biarlah terjadi. Itu yang kupikirkan. Lalu, keesokan harinya aku diberitahu bahwa sekolah tempatku bekerja tidak mendapat jatah diklat. Aku yang paling pertama tersenyum-senyum seperti orang gila, bersyukur dalam hati, bersorak dalam diam, rasanya air mataku ingin meluap karena terlalu senang. Tapi, meskipun liburanku sesuai dengan rencanaku, pertemuanku dengannya yang selalu kutunggu-tunggu tidak lantas berjalan sesuai rencana yang kususun diam-diam. Dari sejak pertama aku sampai di rumah temanku hingga bertemu dengannya membutuhkan waktu yang terasa begitu lama. Aku tidak bisa secara gamblang mengatakan pada temanku bahwa aku ingin menemui dia. Apa yang akan dipikirkan temanku tentangku? Lagipula di dalam diriku dipenuhi pro dan kontra. Di satu sisi aku ingin sekali menemuinya, di sisi lain aku takut bertemu dengannya. Saat itu, sekali lagi aku ikhlas. Kapan pun aku akan menemuinya tidak masalah. Yang kubutuhkan adalah ikhlas dan berserah padaNya.

Ketika tiba saat aku menemuinya, di hari Jumat sore tanggal 16-06-2017, dia datang ke warung keluarga temanku dan menyalamiku. Aku hanya bisa tersenyum. Terlalu mendadak tapi seharusnya hatiku sudah siap, meskipun ternyata tidak. Di hadapannya aku tidak bisa mengatakan apa-apa. Aku hanya bisa mencuri-curi pandang pada figurnya yang mengesankan. Dia terlihat begitu menawan di mataku, rambutnya yang lebat tergerai polos, kulitnya putih dan terlihat begitu mulus, aku bertanya-tanya apa benar setiap hari dia bekerja di pantai ini dan berpanas-panasan sementara kulitnya begitu bersih, pdhal temanku bilang dia hanya mandi 1x sehari? Lol

Yang tak ketinggalan dia tinggi dan wajahnya sama sekali tidak memperlihatkan usianya sebenarnya. Dia 32 tahun tapi wajahnya menampakkan usia 20-an. Terlihat sangat muda, lugu dan polos. (^^) Kalau secara spiritual dia bisa digambarkan sebagai malaikat. Hey, aku tidak berlebihan! Setidaknya aku yang melihatnya demikian pada kesan pertama. Tidak hanya fisiknya saja yang menakjubkan, sikapnya pun bisa menggambarkan bagaimana jiwanya. Dia tidak banyak bicara, mungkin karena perbedaan bahasa. Tapi, dia dicintai banyak orang.

Di hari pertama pertemuan itu aku tak bisa berlama-lama disana. Karena satu dan lain hal aku harus pergi. Meskipun aku masih sangat ingin melihatnya. Oke, tidak perlu mengobrol, hanya agar bisa melihat dia beraktivitas di tempat itu aku merasa senang. Saat itu aku mulai memutar otak memikirkan apa yang harus aku lakukan agar bisa melihat figur itu lebih lama dan mengenalnya lebih baik.
Lalu aku memintanya untuk mengizinkanku mengikutinya bekerja di pantai pada keesokan harinya, hanya saja aku tidak bisa memenuhi itu karena keluarga temanku yang kutumpangi sampai di pantai ketika dia telah selesai bekerja. Di hari kedua bertemu dengannya aku bisa melihatnya dari kejauhan. Bahkan dari celah kecil aku bisa mengenalinya berjalan dengan membawa sapu andalannya mendekati warung. Aku berpura-pura tidak melihat. (*´罒`*) Karena malu bila ketahuan aku terus memperhatikannya. Lol
Begitu sampai di warung, dia menyapaku. Menyapa semua orang yang dilihatnya. Lalu duduk di hadapanku sambil menelungkup di atas meja. Dia sepertinya kelelahan. Tak lama kemudian dia memutuskan untuk pulang. Benar-benar sedih rasanya tapi tak apa karena dia butuh istirahat. Malam hari dia tidur hanya sekitar 4-5 jam. Kebiasaannya menulis blog menyita cukup banyak waktu. Kurasa. Di warung, aku diminta untuk diam saja tapi karena terlalu banyak tamu, akhirnya aku pun dimintai bantuan untuk bekerja. Oke. Ini mulai terasa mendebarkan. Aku belum pernah berbicara dengan turis sebelumnya, setidaknya dengan cara yang benar. Lalu kini aku masuk ke business service area, benar-benar membuatku tak tahu harus melakukan apa. Namanya jg baru belajar. Aku dibimbing oleh suami temanku, dan dibantu ayahnya. Hari itu cukup sibuk. Waktu yang kulalui terasa begitu menyenangkan. Tak sedikitpun merasa lelah. (*•̀ᴗ•́*)و ̑̑

Sore harinya sekitar jam setengah lima, dia datang ke warung dengan senyum sapa kepada semua orang yang dikenalnya disana. Setelah dia duduk di hadapanku, tak banyak yang bisa kami bicarakan. Aku hanya bisa mencuri-curi pandang darinya dan tersenyum padanya. Aku benar-benar tidak bisa mengungkapkan apa yang ingin kuungkapkan. Tidak bisa membuka percakapan. Senja itu dia membawa banyak post card yang akan dia kirimkan ke suporternya di Jepang. Ratusan post card yang harus dia tulis. Aku hanya bisa memperhatikannya. Senja itu adalah kali pertamanya aku dan dia makan di atas meja yang sama berhadap-hadapan. Dia makan dengan lahap dan cepat. Sangat berkebalikan denganku. Lol

Dia sangat berterima kasih pada keluarga temanku. Sambil menunjukkan jempolnya dan deretan giginya yang putih dia berkata padaku, "Good family ne!", yang kubalas dengan senyum dan anggukan. Dia tidak perlu mengatakan banyak hal, aku juga merasa tidak perlu menanyainya banyak hal karena aku sudah mengetahuinya dari blog yang dia tulis, aku membacanya hampir setiap hari sebelum memulai aktivitas. Semua yang ingin kutahu ada disana. ( ˙ᵕ˙ )

"Uchuu no ko Masa desu" adalah cara dia mengalamatkan dirinya. Dia adalah anak dari alam semesta. Itu yang dia yakini.

Suki na Hito ga Iru Koto part 1 end.

Jumat, 02 Juni 2017

Jatuh Hati

Akhirnya aku menemukan sebuah lagu yang bisa menggambarkan bagaimana perasaanku terhadapmu. Apa yang kurasakan membuatku ingin berubah menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih kuat lagi. Itu berkat kamu. Kamu tidak tahu itu tapi tidak apa-apa. Saat ini aku masih bisa tersenyum dan merasakan betapa inginnya aku mengenalmu lebih dalam. Hanya saja, di satu sisi ada juga dorongan untuk tidak melakukan itu. Tapi, tidak ada gunanya terus membatasi diri. Kalau harus sakit, kali ini aku ingin benar-benar sakit.
Lagu yang dibawakan Raisa berjudul Jatuh Hati bisa menggambarkan apa yang kurasakan.  Seperti ini liriknya;

[Jatuh Hati]

RAISA

Ada ruang hatiku
Yang kau temukan
Sempat aku lupakan
Kini kausentuh
Aku bukan jatuh cinta
Namun aku jatuh hati

Kuterpikat pada tuturmu
Aku tersihir jiwamu
Terkagum pada pandangmu
Caramu melihat dunia
Kuharap kau tahu bahwaku
terinspirasi hatimu
Kutak harus memilikimu
Tapi bolehkah kuselalu di dekatmu?

Ada ruang hatiku
Kini kausentuh
Aku bukan jatuh cinta
Namun aku jatuh hati

Kuterpikat pada tuturmu
Aku tersihir jiwamu
Terkagum pada pandangmu
Caramu melihat dunia
Kuharap kau tahu bahwaku
terinspirasi hatimu
Kutak harus memilikimu
Tapi bolehkah kuselalu di dekatmu?

Katanya cinta memang banyak bentuknya
Kutahu pasti sungguh aku jatuh hati

Kuterpikat pada tuturmu
Aku tersihir jiwamu
Terkagum pada pandangmu
Caramu melihat dunia
Kuharap kau tahu bahwaku
terinspirasi hatimu
Kutak harus memilikimu
Tapi bolehkah kuselalu di dekatmu?
Tapi bolehkah kuselalu di dekatmu?

Lirik lagu itu benar-benar bisa menggambarkan apa yang membuatku tertarik kepadamu.
Sudah bertahun-tahun aku tidak bisa menikmati mendengarkan lagu-lagu cinta, tidak bisa menghayatinya dan tidak bisa pula mendalami maknanya, atau untuk siapa lagu itu kudengarkan. Tidak bisa membayangkan siapa yang menggambarkan lagu cinta yang kuperdengarkan. Setelah sekian lama, aku kini bisa mendengarkannya dengan baik. Mencoba memahami lirik-liriknya, memahami seperti apa nuansa yang sesuai dengan lagu itu.
"Ah ini lagu cinta yang menggambarkan situasiku saat ini" itu yang muncul dalam benakku ketika mendengarkan lagu ini.
Memahami seperti apa jiwa penyanyinya, aku merasa cocok dengan lagu ini.
Lagu yang bisa membuatku tersenyum, membuat diri menjadi melankolis, seolah kembali ke masa-masa remaja di waktu aku memendam banyak rasa kagum pada seorang pemuda. Saat itu memang ada. Dan aku menyadari bahwa di masa itu aku masih hanya melihat sisi baiknya dan kecewa dengan sisi buruknya. Tapi kali ini, suasananya mungkin sedikit berbeda. Filosofi cinta telah berubah.  Dan aku telah belajar memahaminya.
Kupikir ini yang disebut cinta. ❤

Rabu, 31 Mei 2017

It's Not Good For the Heart

Apa ini?
Meskipun aku sudah tahu dan sudah jelas-jelas bahwa aku akan mendapat penolakan tapi tetap saja terasa menyakitkan.
Kamu tidak melakukan apa-apa untukku tapi aku tetap jatuh cinta padamu, tunggu mungkin cinta itu terlalu cepat, seharusnya aku bilang "Being interested" not "Fall in love".
Aku mungkin punya definisi yang aneh tentang jatuh cinta dan bagaimana menanganinya. Kemarin aku merasa berdebar-debar dan dipenuhi perasaan bahagia meskipun kamu tidak melakukan apa-apa, hari ini aku merasa begitu terpuruk, kesepian, sangat down tapi aku tidak bisa mendapatkan semangat dari orang lain. Hanya kamu yang bisa.
Kamu yang setiap hari dikelilingi orang-orang yang mencintai dan menyayangimu, tak sedikit pula yang mengagumimu, apalah aku yang hanya butiran debu. Perasaan seperti itu kerap muncul di dalam hati yang terdalam, dan itu setiap waktu menyurutkan niat untuk menyimpan perasaan ini lebih dalam.
Ini tidak baik untuk hatiku. Aku benci bila harus menjalani perasaan seperti itu di masa depan.
Ketertarikanku padamu itu sampai sebatas mana sebenarnya aku pun tidak tahu. Kamu mungkin hanyalah bagian dari fantasy dan imaginasiku. Karena kamu belum pernah kutemui dalam bentuk nyata.
Ini tidak bagus untuk hatiku.
Aku seperti berada di ruangan tanpa udara, yang bahkan tak ada cahaya atau pun celah untuk melarikan diri. Aku sudah terlanjur membuat satu langkah yang entahlah apakah akan kusesali nantinya.
Kamu yang mengatakan akan memikirkan untuk menanggapi langkah besar pertamaku, entah apakah kamu sungguh-sungguh tapi aku selalu menantikannya.
Aku menunggu sambil mempersiapkan diri untuk menghadapi kenyataan yang entah kenapa terasa lebih nyata bahwa itu adalah kenyataan yang tidak seperti harapanku. Aku berusaha menghapus fantasy-fantasy indah tentang masa depan demi untuk menyelamatkan hatiku. Tapi, tetap saja jawabannya hanya kamu yang tahu.
Aku ingin kamu mempertimbangkan bahwa jatuh cinta bagiku bukanlah hal yang mudah. Memiliki ketertarikan terhadap seseorang juga bukanlah hal yang mudah.
Kamu pasti tidak tahu hal pertama apa yang kulihat darimu yang membuatku tertarik padamu, bahkan aku sendiri tidak bisa menjelaskannya dengan benar.
Aku orang visual, jadi mungkin saja yang pertama membuatku tertarik adalah apa yang tampak olehku. Tapi itu bukan hal yang mutlak. Karena aku tertarik apa hal-hal yang kamu lakukan. Kamu orang yang banyak tersenyum dan tertawa, aku juga tertarik pada hal itu.
Terlepas dari jenis pekerjaan yang kamu lakukan, aku tidak peduli bagaimana pandangan orang lain, karena yang kupedulikan adalah bahwa kamu nenikmati apa yang kamu lakukan, kamu melakukannya dengan ikhlas dan tulus. Itu yang terpenting dan itu membuatku sangat tertarik. Kamu mencintai pekerjaanmu melebihi apapun. Aku menyukai orang yang seperti itu.
Ketika memiliki ketertarikan yang aneh pada seseorang, kamu mungkin tidak tahu bahwa aku menjadi tidak begitu peduli pada bagaimana pandangan orang lain. Ketertarikanku padamu membuatku ingin menyesuaikan diri dengan gaya hidupmu, aku ingin belajar lebih banyak mengenai dirimu.
Aku menjadi tidak peduli pada hal-hal sepele seperti apakah kamu merokok atau tidak, apakah kamu minum minuman keras atau tidak, apakah kamu bertato atau tidak, apakah kamu menyukai seks atau tidak, dan apakah kamu suka berjudi atau tidak, aku tidak memikirkan hal-hal ke arah itu. Siapa yang peduli. Aku tidak pernah memberi patokan pada hal-hal semacam itu. Atau lebih tepatnya aku tidak mempermasalahkan hal itu.
Ketika aku tertarik pada seseorang aku melihat hal-hal yang membuatku tertarik dan sejauh ini semua hal yang membuatku tertarik padamu adalah hal-hal yang positif yang kamu miliki, yang kamu lakukan. Semuanya.
Semuanya, sampe aku menyadari satu hal. Aku kurang menyukai bagaimana kamu begitu tidak tertarik kepadaku.
Ini tidak baik bagi hatiku.
Aku ingin terus dalam keadaan berpikir positif, memikirkan masa depan dengan optimisme, dan ketika aku berpikir tentang bagaimana rasa ketertarikanku padamu akan kamu blockade aku menjadi pesimis dan negatif.
Aku benci asupan hal-hal negatif itu.
Beritahu aku bagaimana caranya agar pikiran negatif ini menjadi positif.

Minggu, 28 Mei 2017

Thank You For Bringing Happiness ❤

I read his blog almost everyday and it gives me a thing I can't describe. I feel peace, happiness and smile everyday. I was wondering, does it how it feels to fall in love?
My heart is beating like crazy, as if it was the first time. How many time do I said it?
The word "Love" is really precious so itls hard to tell if it really love or not.
Everyday, I start a day after read his blog.
It gives me a power. I become positive! Just like that. I'm happy.
Again and again, I wonder if it's how people fall in love.
Although I know that he may has no feeling for me, but I'm really grateful for every single smile that he bring to me without his intension.
When I read his blog, what he wrote there describe him a lot. That's what I love about him. He's a deep thinker. He has his own philosophical way of life. He thinks about a lot of think, about the meaning of everything. He thinks about what the purpose of life, what the meaning of life, what he want to do in his life.
A positive person, i guess.
Without knowing it, he change me.
I smile a lot after knowing him. My heart is beating. He doesn't know that. I want to tell him but no. I don't want my feeling disturbing him.
I did confess to him not long ago, he want think it over, but knowing him, I think I know what his answer will be.
And I don't know what will happen to me when I hear the answer.
But, I don't want to think much about that now. I will meet him in about two weeks and it's frustrating.
Will it be okay?
And today's blog is about healing.
He wrote, there're two types of healing. From the inside and from the outside.
He believes that what he does is the healing from the inside.
I love his way of thinking thing. As I said, he's a deep thinker. 😆
Then, I love how he address himself.
"The child of the universe."
He's so cute ❤
Thank you for bringing me happines everyday. ❤

Rabu, 24 Mei 2017

Your Back

Is this how it feel to fall in love?
My friend told me that isn't love. Not yet he said.
"Right now, you are not in the state of fall in love".
I was wondering if it's true. 
When I saw his back over a photo, I smiled. I really love myself when smiling. It's not for someone else but myself. The feeling of satisfaction just flowing, I really love that sensation.
I really love watching people's back.
I don't know why but it's nostalgic. It's strange. When I see his back, I feel the feeling of hard work, hard effort, a strong personality, low profile, strong will, sincerity, humanity, and a man? He's a manifestation of universal love. A freedom and confident affection. He's a free spirit that manifest into human. 
He's wandering to search for identity, a purpose of life, and union with nature.
He, who claims himself a child of the universe.

Kamis, 11 Mei 2017

Patient is a meditation

Kita sekarang berdiri di tanah yang sama tapi tetap saja kita tidak bisa berjumpa. Kamu sibuk disana dengan urusanmu. Sementara aku menunggu tanpa kepastian tapi aku masih bersabar. Menyadari diri ini bukan siapa-siapamu. 
Tapi hati ini meragu, mungkin kamu sudah lupa pada kata-katamu yang belum lama ini kamu katakan dalam pesanmu. Tidak ada kabar darimu, aku menyadari kamu mungkin tidak benar-benar memikirkanku. Apa kamu suah membulatkan keputusan? Jawaban atas pengakuanku. Aku masih menunggu kabar darimu. Sampai saat itu tuba, aku akan bersabar, dan akan masih tetap bertahan.